0
Bagaimana Mengukur Keberhasilan Terapi Anakby adminon.Bagaimana Mengukur Keberhasilan Terapi AnakSebagai orang tua, saat menjalankan suatu program terapi tertentu, seringkali “bingung” tentang apakah program yang dijalankan cukup berdampak positif atau tidak. Hal ini menjadi tambah rancu, saat kita tidak puas dengan progress yang ditunjukkan oleh anak, tetapi kita juga tidak benar-benar paham proses yang terjadi sebenarnya bagaimana. Saat perkembangannya dari hasil suatu terapi tertentu cukup […]

Sebagai orang tua, saat menjalankan suatu program terapi tertentu, seringkali “bingung” tentang apakah program yang dijalankan cukup berdampak positif atau tidak. Hal ini menjadi tambah rancu, saat kita tidak puas dengan progress yang ditunjukkan oleh anak, tetapi kita juga tidak benar-benar paham proses yang terjadi sebenarnya bagaimana.

Saat perkembangannya dari hasil suatu terapi tertentu cukup baik, dan kita sebagai orangtua merasa puas, mungkin tabel yang saya sajikan di bawah ini bisa jadi tidak diperlukan. Tetapi saat perkembangan yang ditunjukkan “tak terasa” atau kita ragu apakah kita puas atau tidak, mungkin tabel di bawah ini bisa membantu kita memonitor programnya. Ini sekedar coret-coret membuat catatan sendiri, agar kita bisa lebih memahami dampak atau proses dari sutau program yang dijalankan, sehingga keraguan semakin jauh dari kita karena kita memiliki catatan tentang “seberapa efektif perubahan atau perkembangan yang terjadi”.

Hal ini, bisa membantu kita menilai, dan mungkin menentukan kapan kita perlu “jajan teknik baru”. Setidaknya, hal ini membantu saya untuk menentukan dan mengevaluasi yang sedang saya lakukan, sehingga tidak “serta merta” pindah program hanya karena “merasa tidak berkembang”.

Tentu saja, saya tidak sedang memberi saran bahwa hal ini penting atau perlu dilakukan. Saya sedang menceritakan sesuatu yang pernah saya lakukan, ketika saya ada di fase-fase “jajan beberapa teknik pengobatan” untuk meningkatkan imunitas anak saya. Sehingga ketika saya memutuskan untuk melanjutkan atau berhenti, memiliki pertimbangan yang “lebih terukur” karena ada parameternya.

Nah, khusus untuk ibu-ibu yang anaknya terapi di tempat kami, tidak semua disarankan melakukan pencatatan sendiri. Tergantung situasi dan karakteristik kasusnya.

Silahkan disimak videonya jika ingin mengetahui lebih lanjut yaa…

Catatan:
Skoring yang kami gunakan adalah skoring 5 skala, sebagai berikut:
1 = tidak ada respon; belum ada respon
2 = pernah merespon; sesekali merespon
3 = respon lebih sering, belum konsisten
4 = respon semakin baik dan semakin konsisten
5 = respon baik dan konsisten

Semoga bermanfaat
Salaam,
Pipit

Related Posts

 

Tinggalkan Balasan