0
MEKANISME BICARAby adminon.MEKANISME BICARASebagian besar dari tulisan ini adalah penafsiran dan penerjemahan dari buku Articulation and Phonological Disorders karya Bernthal & Bankson (2003). Bicara (speech) adalah sistem yang menghubungkan antara makna (melalui penggunaan bahasa) dan bunyi bicara (speech). Saya tidak membahas makna/bahasa di sini ya. Saya membahas perkara bunyi bicara (speech sound) saja. Untuk memahami bagaimana sebuah bunyi […]

Sebagian besar dari tulisan ini adalah penafsiran dan penerjemahan dari buku Articulation and Phonological Disorders karya Bernthal & Bankson (2003).

Bicara (speech) adalah sistem yang menghubungkan antara makna (melalui penggunaan bahasa) dan bunyi bicara (speech). Saya tidak membahas makna/bahasa di sini ya. Saya membahas perkara bunyi bicara (speech sound) saja. Untuk memahami bagaimana sebuah bunyi bicara dapat kita ujarkan.

Oke, Saya ceritakan mengenai Mekanisme Bicara (speech mechanism). Jadi, yang namanya speech mechanism itu bisa dipahami dengan mengetahui 6 organ-organ dasar, yaitu:

  1. Sistem pernafasan yang terdiri dari paru-paru, jalan nafas (airway), rongga dada (rib cage), diafragma, dan struktur lain yang terhubung dalam menyediakan suplai udara dalam rangka menghasilkan bunyi/suara (sound).
  2. Laring yang terdiri dari beberapa kartilago dan otot-otot, yang bekerja untuk menghasilkan bunyi bicara bersuara (voiced sound of speech) dengan menggetarkan pita suara, atau meloloskan udara dari paru ke traktus vokalis (ke kavum oral dan nasal) untuk memproduksi bunyi bicara tak-bersuara (voiceless sounds).
  3. Velofaring yaitu palatum lunak (velum) dan struktur lain yang terasosiasi dengan velopharyngeal port—port antara rongga oral dan nasal, sehingga udara bisa mengalir melalui rongga oral atau rongga nasal atau keduanya.
  4. Lidah adalah artikulator utama dalam kavum oral yang berupa sekelompok otot yang rumit. Lidah mampu bergerak sedemikian rupa menjadi bentuk dan posisioning yang berbeda-beda dalam rangka memproduksi bunyi bicara vokal maupun konsonan. Dalam ranah artikulasi, lidah dibagi menjadi 5 bagian, yaitu: the tip or apex, the blade, the back or dorsum, the root and the body.
  5. Bibir dan juga rahang merupakan organ artikulator yang paling terlihat. Keduanya terlibat dalam pembentukan produksi bunyi vokal dan konsonan.
  6. Rahang adalah struktur tulang masif dan otot-otot yang diasosiasikannya, mendukung soft tissue (jaringan lunak) bibir bawah dan lidah. Partisipasi rahang dalam produksi wicara dengan cara menambahkan lidah dan pergerakan bibir serta dengan cara menyediakan pondasi skeletal untuk kinerja bibir dan lidah.

 

Jadi, sistem pernafasan dan laring bekerja sama sebagai provider alias penyedia sumber, hehe, bagi jalan nafas atas (upper airway, bisa disebut juga traktus vokalis yang terdiri dari laring, mulut & hidung) dengan dua jenis aliran udara (air flow), yaitu:

(1) Serangkaian denyut aliran udara tercipta dari aksi vibrasi pita suara, sebut saja vibrating flow. Aliran udara jenis ini menghasilkan bunyi artikulasi yang disebut sebagai bunyi-bersuara seperti konsonan /b, d, g/. Anda tidak akan mampu menciptakan bunyi /b, d, g/ jika Anda tidak mampu menciptakan aliran udara jenis ini, aliran udara yang membuat pita suara Anda ber-vibrasi. Saat Anda gagal menciptakan aliran ini, Anda mungkin mengucapkan /p, t, k/ padahal Anda ingin mengucapkan /b, d, g/. Contoh: Anda mengatakan /pola/ padahal maksud Anda adalah /bola/. Bukan karena Anda tidak mengerti bedanya, tetapi somehow organ artikulasi Anda ‘mengkhianati’ Anda.

(2) continous flow, yang tidak melibatkan vibrasi pita suara, yang dapat digunakan secara general untuk membuat noise di dalam saluran artikulasi. Bunyi-bunyi yang kita kenal sebagai konsonan yang tidak-bersuara. Artinya konsonan tersebut tercipta tanpa keterlibatan vibrasi dari pita suara.

So, kembali ke 6 Organ Dasar tadi. Maka fungsi utama Sistem Pernafasan adalah untuk menyediakan dan mendorong udara ke sistem atas; fungsi utama Laring adalah untuk meregulasi udara apakah akan dibentuk menjadi bersuara atau tidak-bersuara. Dan sebagai bagian paling utama dari mekanisme bicara adalah pergerakan dari organ-organ artikulasi (rahang, lidah, bibir & velofaring) tersebut sebagai penyelesai-akhir dari mekanisme bicara.

Prosesnya tidak hanya begini, masih ada proses lain yang terlibat, apa yang disebut sebagai sistem neuromuskuler alias sistem otot dan persarafan. Tapi dibahasnya kapan-kapan saja ya, jika kesempatannya mendukung. Tulisan pendek ini semoga bermanfaat dan menerangkan pemahaman Kita semua ya, aaminn.

See you.

Related Posts

 

Tinggalkan Balasan