0
Peluit, ohh, Peluit…by adminon.Peluit, ohh, Peluit…Tentu kita semua familiar dengan jenis mainan yang satu ini. Di kalangan Terapis Wicara, apalagi?! Jenis dan model peluit yang ada di pasaran cukup banyak, sehingga menantang kreativitas kita sebagai Terapis Wicara. Juga menantang sense of kynesthetic (istilah saya sendiri, Red) khususnya daerah diafragma dan organ pernafasan lainnya, juga yang paling penting Trilogi Artikulator (istilah sendiri, […]

20130528_123905Tentu kita semua familiar dengan jenis mainan yang satu ini. Di kalangan Terapis Wicara, apalagi?!

Jenis dan model peluit yang ada di pasaran cukup banyak, sehingga menantang kreativitas kita sebagai Terapis Wicara. Juga menantang sense of kynesthetic (istilah saya sendiri, Red) khususnya daerah diafragma dan organ pernafasan lainnya, juga yang paling penting Trilogi Artikulator (istilah sendiri, Red) yaitu; rahang, bibir, dan lidah. Ketika kita mampu mengidentifikasikan posisi artikulator berada dimana, posisinya seperti apa, maka kita akan mampu menilai fungsi dari jenis peluit tertentu sehingga bisa kita gunakan untuk kepentingan terapi. Namun, HARAP DIINGAT! Peluit tidak membuat seorang anak yang terlambat bicara menjadi berbicara. Peluit hanya media yang digunakan yang bisa dimanfaatkan untuk melatih fungsi/kekuatan/kontrol dari otot tertentu semisal otot pernafasan, dimana pernafasan merupakan generator dari wicara. Alias, kalau tidak ada nafas yang ideal, yaaa suara/bicara bisa saja tidak keluar.


Dan sebagai Terapis Wicara, bagi Saya pribadi memanfaatkan atau mengadaptasi jenis atau teknik tertentu yang banyak bisa kita temukan di lingkungan kita, maupun dari sumber-sumber lain bukanlah sebuah pelanggaran 🙂 terutama ketika kita bisa mempertanggungjawabkannya, minimal secara personal (dengan klien atau keluarga) sesuai dengan profesi kita… Allahu A’lam…

Related Posts

 

Tinggalkan Balasan